Minggu, 24 Maret 2013

Aku, Mulutku, Tanganku dan Kakiku

Kebayang gak gmna keadan kita bila masa pertaggungjawaban itu sudah hadir di depan kita? Tiba-tiba mulut terkunci, nggak bisa ngomong secuil pun. Justru tangan kita yang ngomong, menceritakan segala perbuatan majikannya-ya kita ini-selama hidup di dunia, dan kemudian kaki memberi kesaksian pembenar atas kata-kata tangan itu.
Ngeri banget Bung.!!

Yang jelas, setiap kita pasti melewatinya, menempuhnya, teradili dengan seadil-adilnya untuk kemudian menerima putusan mutlak dan abadi terbang ke Surga atau dihujamkan ke Neraka (na'udzubilah)!

Ya, keputusan pada hari itu lebih mutlak dari pada keputusannya Hakim di pengadilan negara kita_yang bisa dibolak-balikan dengan uang_.

Mari kita coba sisir otak kita dengan cara begini: Mengapa ya Tuhan membungkam mulut kita? Kok, kesannya Tuhan sangat tidak percaya dengan lisan kita? padahal, ketika di dunia ini, si mulut besar banget perannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan mengapa pula Tuhan memilih tangan untuk bericara dan kaki untuk bersaksi? Apa keistimewaan tangan dan kaki itu dibanding dengkul, dagu atau bahkan kemaluan ya?

#kita lanjutin besok ya, udah siang nih.. belum mandi :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar